Esai PPG Prajabatan Bagian G (Mengerjakan Tugas secara Bersamaan)

Esai PPG Prajabatan Bagian G (Mengerjakan Tugas secara Bersamaan)

Konteks: Ceritakan secara spesifik saat Anda dihadapkan dengan beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan

  • Seperti apakah situasinya pada saat itu? Kapan situasi tersebut terjadi?
  • Apa yang anda lakukan dalam mengatur tugas-tugas tersebut? Bagaimana anda memastikan tugas-tugas tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan?
  • Sumber daya apa yang anda butuhkan dalam membantu penyelesaian tugas-tugas tersebut? Apa hambatan yang anda temui dan bagaimana cara mengatasinya?
  • Bagaimana hasilnya?

Tips dan Trik Menulis Esai PPG Prajabatan

Berikut tips dan trik menulis esai PPG Prajabatan 2024 yang bisa kamu jadikan panduan untuk merangkai ide-ide mu yang brilian.

Dengan mengikuti tips dan trik ini, kamu dapat menulis esai yang memberikan gambaran yang jelas dan padat tentang bagaimana kamu mengatasi tantangan saat dihadapkan dengan beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan, serta hasilnya.

Contoh Penulisan Esai

A. Seperti apakah situasinya pada saat itu? Kapan situasi tersebut terjadi?

Menghadapi beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan adalah hal biasa yang sering saya hadapi. Sudah sepatutnya saya bersyukur, karena itu adalah tanda bahwa saya masih bekerja-memiliki pekerjaan. Hal ini terjadi erat kaitannya dengan peran yang saya miliki sebagai seorang guru dan juga sebagai seorang penerjemah lepas. Kemudian berkaitan dengan aktivitas saya lainnya, seperti menulis konten untuk blog pribadi tenrycolle.com dan Instagram @dunia.bahasainggris. Tidak lupa juga, sejak tanggal 25 November 2020, saya bersama adik perempuan membuka usaha Hand Bouquet yang masih berjalan sampai sekarang

Berikut contoh situasi pada bulan ini ketika saya dihadapkan dengan beberapa pekerjaan/tugas dalam waktu yang bersamaan.

  • Tanggal 17 Juni, saya menulis dan menerbitkan 1 artikel di tenrycolle’ blog. 
  • Tanggal 18 Juni (07.15 WITA), saya mengantarkan pesanan buket yang masuk pada tanggal 16 Juni.
  • Tanggal 18 Juni (10.00 WITA), saya kesekolah untuk memasukkan nilai Bahasa Inggris untuk semester II.
  • Tanggal 18 Juni (17.52 WITA), saya menerima pesanan 3 buket bunga, 1 buket snack, dan 1 piala. Tenggat waktunya adalah sore hari tanggal 19 Juni.
  • Tanggal 18 Juni, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan menghubungi saya untuk membimbing 2 orang perwakilan sekolah yang akan tampil berpidato Bahasa Inggris di kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).
  • Tanggal 19 Juni, saya menulis dan menerbitkan 1 artikel lagi di tenrycolle’ blog. 
  • Tanggal 19 Juni (17.57 WITA), saya menerima pesanan 2 buket snack dan 1 buket uang. Tenggat waktunya adalah pagi hari tanggal 20 Juni.
  • Tanggal 20-25 Juni, proses bimbingan tersebut berlangsung setiap sorenya.
  • Tanggal 22 Juni (14.05 WITA), saya menerima permintaan jasa penerjemahan naskah berita online.Tenggat waktu adakah tanggal 23 Juni (11.00).
  • Tanggal 23 Juni, saya menulis dan menerbitkan 1 artikel lagi di tenrycolle’ blog. 
  • Tanggal 26 Juni (22.51 WITA), ibu Dr. Sri Rahayu, S.SiT., MARS. meminta saya untuk menerjemahkan naskah orasi ilmiahnya. Dimana tenggat waktunya 1 hari setelah beliau menghubungi saya, yaitu tanggal 27 Juni (23.59 WITA).
  • Tanggal 27 Juni (09.15 WITA), saya mendamping anak-anak yang akan tampil sebagai pengisi acara di kegiatan HANI di BNN. Acara tersebut berakhir pukul 13.30 WITA.
  • Tanggal 29 Juni (10.06 WITA), pihak Balitbang Pertanian Sulawesi Barat kembali menggunakan jasa terjemahan saya untuk berita online yang akan terbit minggu ini. Tenggat waktu adalah malam hari tanggal 30 Juni,

Dapat dilihat dari rincian diatas, saya dihadapkan dengan berbagai tugas yang pelaksanaanya dihari yang sama, seperti tanggal 18 Juni saya mengantarkan pesanan buket dipagi hari, kemudian saya ke sekolah untuk memasukkan nilai Bahasa Inggris, dan menerima serta mengerjakan pesanan 3 buket bunga, 1 buket snack, dan 1 piala dengan tenggat waktunya adalah tanggal 19 Juni di sore hari.

Dan ada juga beberapa tugas yang waktu pengerjaan dan penyelesaiannya saling berdekatan, seperti tanggal 22 saya mengerjakan terjemahan berita online. Tenggat waktu adalah tanggal 23; Tanggal 23 saya menulis dan menerbitkan 1 artikel di blog pribadi saya; tanggal 26 saya mengerjakan terjemahan naskah orasi ilmiah. Tenggat waktunya adalah tanggal 27; Tanggal 27 pagi saya mendampingi anak didik untuk tampil sebagai pengisi acara di kegiatan HANI; Tanggal 29 saya kembali menerjemahkan berita online dengan waktu penyelesaian tanggal 30.

Baca Juga: Try Out Test Substantif GRATIS PPG PRAJABATAN Jurusan Bahasa Inggris 
B. Apa yang anda lakukan dalam mengatur tugas-tugas tersebut? Bagaimana anda memastikan tugas-tugas tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan?

​Untuk mengatur tugas-tugas tersebut, maka saya harus mengelola Tenggat Waktu (Deadline) dari setiap tugas, dimana hal ini dapat membantu saya menentukan prioritas dan juga memberikan peta jalan tentang berapa banyak waktu yang saya miliki untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

Untuk menentukan prioritas maka saya perlu mengkategorikan tugas-tugas tersebut kedalam tugas mendesak, tugas penting, dan tugas sulit. Tugas mendesak memiliki tenggat waktu yang lebih dekat, sehingga harus segera saya selesaikan. Tugas penting adalah tugas yang memerlukan perhatian lebih karena memiliki implikasi besar, tetapi saya memiliki lebih banyak waktu untuk melakukannya. Dan tugas sulit membutuhkan banyak usaha saat mengerjakannya.

Setelah saya telah mengidentifikasi dan mengkategorikan tugas berdasarkan kriteria ini. Maka, saya memberi peringkat ABC untuk memprioritaskan tugas-tugas tersebut.

Peringkat A (do it now/lakukan sekarang), ini adalah kategori dengan prioritas tinggi. Tugas tersebut harus dilakukan terlebih dahulu karena memiliki tenggat waktu yang mendesak.  Tugas yang masuk dalam kategori ini merujuk contoh tugas pada bulan Juni yang telah saya rinci adalah tugas terjemahan dari Ibu Dr. Sri Rahayu, S.SiT., MARS. Dimana tenggat waktunya hanya 1 hari.

Peringkat B (do it soon/lakukan segera), ini adalah kategori dengan prioritas sedang. Ini mencakup tugas penting dengan konsekuensi signifikan jika tidak dilakukan namun memiliki jangka waktu yang lebih lama. Contohnya adalah penginputan nilai Bahasa Inggris peserta didik untuk semester II pada tanggal 18 Juni. Mengapa? Karena waktu yang diberikan adalah dari tanggal 13-24 Juni. Kalau dilihat memang masih banyak waktu yang tersedia, sektar 6 hari lagi. Namun, nilai siswa adalah tugas penting yang semakin cepat dikerjakan maka semakin baik.

Peringkat C (do at leisure/lakukan di waktu senggang), ini adalah kategori dengan prioritas rendah. Jika tidak dilakukan sekarang memiliki konsekuensi rendah. Misalnya, menulis konten di blog pribadi tenrycolle.com. Tidak ada keharusan atau kewajiban bahwa tiap minggunya saya harus  menulis di blog tersebut karena blog tersebut milik saya pribadi. Jadi, saya memiliki kebebasan kapan saja saya mau menulis artikel di blog tersebut. Namun, saya berusaha  menggunakan waktu senggang yang saya miliki untuk menulis 1 buah artikel tiap minggunya guna meningkatkan kemampuan menulis yang saya miliki.

Dengan mengelola prioritas dapat membantu saya mengatur tugas-tugas tersebut dengan baik.  Sedangkan untuk memastikan tugas-tugas tersebut sesuai dengan waktu yang telah ditentukan maka saya menggunakan aplikasi pengelola tugas. Dengan aplikasi tersebut saya membuat daftar tugas yang harus saya lakukan kedepan. Ini memberi gambaran besar tentang beban kerja yang saya miliki dari hari ke hari.

Sehingga, saya tidak perlu bersusah payah mengingat semua tugas yang perlu saya kerjakan. Dengan aplikasi tersebut, saya juga bisa mengatur batas waktu untuk tiap-tiap tugas tersebut. Kemudian, untuk saya pribadi sangat penting untuk berfokus pada satu tugas pada satu waktu. Ketika saya tahu, tugas mana yang perlu saya kerjakan selanjutnya, maka perhatian saya hanya berfokus pada tugas tersebut. Meskipun saya memiliki tugas lain untuk dikerjakan.

Berfokus pada satu tugas pada satu waktu membantu saya memastikan bahwa saya telah menyelesaikan satu langkah secara menyeluruh sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Sehingga saya tidak perlu bolak balik dari satu tugas ke tugas lainnya, ini akan menghemat waktu kerja saya. 

C. Sumber daya apa yang anda butuhkan dalam membantu penyelesaian tugas-tugas tersebut? Apa hambatan yang anda temui dan bagaimana cara mengatasinya

Sumber daya manusia dan sumber daya material adalah sumber daya yang saya butuhkan untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Tidak bisa dipungkiri, manusia adalah sumber daya paling penting dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut. Manusia disini adalah saya sendiri dan orang lain yang dapat membantu saya menuju penyelesaian tugas. Pertanyaannya, apakah saya pernah menggunakan bantuan orang lain? Iya, tentu saja.

Saya sering menggunakan jasa orang lain untuk menyunting hasil terjemahan Bahasa Indonesia saya. Kemudian sumber daya material; ini termasuk apa yang saya miliki saat sedang bekerja, baik itu yang saya beli atau sewa. Contohnya, laptop yang saya gunakan untuk menerjemahkan atau menulis artikel, aplikasi Grammarly yang membantu saya menyunting hasil terjemahan Bahasa Inggris atau aplikasi pengelola tugas seperti Nation yang membantu saya mengelolah tugas-tugas tersebut.

Kemudian, berkaitan dengan hambatan kerja, rasa capek dan bosan adalah salah satu hambatan yang terkadang saya rasakan dalam menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Maka, beristirahat adalah solusinya. Saya tidak perlu waktu satu minggu untuk beristirahat, hanya perlu menjauh selama beberapa menit atau jam untuk memulihkan energi. Hal yang saya biasa lakukan adalah berjalan-jalan sebentar di pekarangan rumah, melakukan peregangan tangan, punggung, dan kaki, atau keluar sebentar untuk membeli cemilan dan minuman. Merasa santai dan menganggap pekerjaan sebagai hal yang menyenangkan membantu saya satu langkah lebih dekat untuk memenuhi tenggat waktu.

Hambatan lainnya adalah walaupun ini jarang terjadi tapi ini bisa menjadi penghambat penyelesaian tugas yang sedang saya kerjakan. Ini terkait salah satu tingkah laku ketika saya sedang menerjemahkan. Misalnya naskah terjemahan itu terdiri dari 4 lembar dan saya sedang menerjemahkan lembar pertama. Setelah menyelesaikan 1 paragraf atau beberapa kalimat, saya akan menggeser halaman tersebut sampai ke halaman terakhir. Untuk melihat berapa banyak lagi yang belum saya terjemahkan. Setelah kembali ke halaman pertama lagi, saya menerjemahkan satu dua kalimat, saya kembali menggulir halaman tersebut ke bawah. 

Kondisi ini tentunya memperlambat proses pengerjaan tugas tersebut. Maka yang saya lakukan adalah berusaha untuk menghilangkan aktivitas tersebut dengan tetap fokus pada halaman dimana saya sedang menerjemahkan. Saya tekankan dalam diri, “Tenry, stay focus. Kamu ngescroll lagi ke bawah berarti kamu menghabiskan waktu untuk hal-hal yang benar-benar tidak penting. FOCUS”

Kemudian, pemberitahuan media sosial, aplikasi, atau pemberitahuan pesan di grup SD, SMP, SMA, Universitas, atau group lainnya, tidak dapat dipungkiri dapat mengalihkan perhatian yang saya miliki sehingga menghambat alur kerja.  Begitu pikiran saya teralihkan,  maka akan sulit untuk mengembalikan konsentrasi dan perhatian yang sama ke tugas yang sedang dikerjakan. Saya akan kehilangan momentum dan butuh waktu untuk kembali ke kecepatan atau ritme kerja yang stabil.

Namun, yang perlu saya ingat juga bahwa tidak semua interupsi itu buruk; terkadang saya bisa mendapatkan informasi penting yang dapat membantu saya menyelesaikan tugas tersebut. Maka yang saya lakukan adalah membisukan notifikasi ponsel namun saya juga tetap memeriksa dan menangani email atau pesan yang masuk pada interval tertentu.

Baca Juga: Try Out Test Substantif GRATIS PPG PRAJABATAN Jurusan PGSD
D. Bagaimana hasilnya?

Bisa saya katakana selama saya diberi kepercayaan untuk menyelesaikan beberapa tugas dalam waktu yang berdekatan atau bersamaan, tidak ada satupun tugas-tugas tersebut yang melebihi tenggat waktu yang telah disepakati. Dan saya bersyukur atas hal tersebut. Hambatan-hambatan itu pasti ada, tapi balik lagi ke diri masing-masing dalam menanganinya. Sehingga, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa faktor penting lainnya dalam memenuhi tenggat waktu adalah diri kita sendiri. Jika saya berusaha memiliki pola pikir yang baik, disiplin diri, dan terorganisir, maka bisa dikatakan bahwa tenggat waktu itu pasti bisa saya penuhi.

Berkenaan dengan diri sendiri, saya juga belajar untuk mengatakan “TIDAK’ dengan tegas ketika diberi sebuah pekerjaan atau tugas. Misalnya, tanggal 21 Juni masuk pesan singkat melalui aplikasi Shopee. Klien meminta saya untuk menerjemahkan naskah Master of Ceremony (MC), namun permintaan tersebut saya tolak. Saya memang memiliki pengalaman menerjemahkan naskah dengan kategori tersebut, namun saya tidak mempunyai waktu untuk mengerjakannya.

Kemudian di tanggal 24 Juni, masuk lagi permintaan untuk menerjemahkan puisi dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Permintaan tersebut juga saya tolak, bukan karena saya tidak mempunyai waktu untuk mengerjakannya, tetapi saya bukanlah orang yang tepat untuk menerjemahkan karya sastra.

Sehingga ketika ditawarkan dengan sebuah pekerjaan atau tugas maka saya juga perlu mempertimbangkan Apakah saya punya waktu untuk melakukannya? Apakah saya orang yang tepat untuk tugas itu? Dan Apakah permintaan ini sesuai dengan tujuan dan sasaran saya? agar hasilnya baik dan bisa memenuhi tenggat waktu

Tenry Colle
Tenry Colle

Hi! My name is A. Tenry Lawangen Aspat Colle. I am a motivated and resourceful English educator. In addition, as the owner of @rymari.translation17 has shaped me to be a punctual and dependable translator of Indonesian to English and vice versa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *